Thursday, November 12, 2009

Mempamer Solidariti

  1. Menekuni beberapa episod duka yang menimpa warga Shoubra mutakhir ini ,termasuk kepulangan ayahanda Iman, bonda Amer Al-Hafiz dan pemergian kakanda Syed Sulaiman ke rahmatullah alaih, juga keputusan hospital yang mengesahkan bonda saudara Faqih menghidap kanser, maka terpanggil saya untuk memberi respon segera.
  2. Maka benarlah kalam Allah Taa'la, 'Tiap-tiap yang hidup pasti akan merasai mati'-An-Nisa':185. Kerna, tua tidak menjadi syarat untuk mati, dan muda tidak menjadi asbab untuk hidup.
  3. Pastinya, rentetan yang berlaku ini merupakan satu peringatan dari Tuhan bahawa nyawa yang dikendong pasti punya waktu cerainya, dan bersiap siaga menghadapinya amat dituntut agama.Tentunya dengan proses transisi musim yang sedang berjalan, penjagaan kesihatan haruslah diangkat menjadi prioriti utama pada semua.
  4. Berat mata memandang, berat lagi bahu memikul. Hanya ucapan takziah yang mampu dikirim.Semoga roh-roh mereka ditempatkan di kalangan para auliya' dan solihin dan moga Allah mengurnia sebidang hati yang cekal pada para sahabat sekalian.

Al-Fatihah.

Sunday, November 1, 2009

Ruang Privasi

Tatkala Lapangan Terbang Antarabangsa Kaherah mulai lesu menjamah raut-raut 'segar', kini, ia kembali menanti wajah-wajah yang meninggalkannya pada purnama lalu.

Tentunya, menyambut sahabat yang kepingin teringin menjejak ke Lembah Nil, sekadar memutar kenangan indah (& pahit) seputar kehidupan.

Namun di balik keterujaan menyambut sahabat-sahabat baru, saya masih menuungu kelibat bayang seseorang yang begitu istemewa, bukan pada saya sahaja, malah kepada sesiapa yang berkesempatan mendampinginya.

Abdul Muqsith Shaari


Tika kita mematri janji untuk bersua selepas tahun berikutnya, harapnya akan tertunai jua.


Setelah berkejaran saat menjadi minit, bertukar minit membentuk jam, menyusul hari kepada minggu, berkumpul minggu mencipta bulan, dan digenap bulan pada tahun, tiba detik yang didamba.


Meski,

telah sama-sama kita mecongak mimpi agar kelak nanti bertukar realiti, Tuhan dengan ketentuan Yang Maha Pasti telah menentukan kita akan punya haluan sendiri.



Natijahnya,

Nyata, telah Tuhan amanahkan padamu pada suatu yang lebih baik.


Moga dikau mampu memikul amanah ini selayaknya, masakan tidak kerna Tuhan hanya membebani hamba-Nya sekadar mampunya sahaja.



Masih terbayang sms terkahir sebelum saya berlepas ke sini, menjadi perkongsian terakhir antara kami berdua:


Pada kesempatan bertemu,

Kalam selalu melulu,

Gerak agak terburu,

Namun,

Tindakmu acap mengundang syahdu,

Bersamamu damai di kalbu,

Pabila tiba saat jauh darimu,

Mata mulai kelabu,

Hati makin celaru,

Jiwa haru-biru,

Fikir tak tentu,

Pergi meninggalkanmu.

! أنا أحبك فى الله

Wednesday, October 7, 2009

Syawal , uniformitas@alienasi

Menekuni Syawal yang berbaki, terjumpa sebuah artikel yang telah lama disimpan, namun sekian lama ditenungi, punyai kaitan rapat dengan Syawal.

Biarlah dihadam matannya dahulu, syarahnya menyusul kemudian dengan izin-Nya.

Uniformitas dan Alienasi
Dampak yang paling menyeramkan – bagi saya – adalah Uniformitas dan alienasi. Unformitas diambil dari kata uniform yang berarti seragam, sedang uniformitas itu sendiri adalah membuat suatu kelompok entah itu masyarakat lokal atau komunitas internasional menjadi sama atau seragam. Nah, akibat ada penyeragman atau uniformitas inilah kemudian, mereka yang tidak sama atau menolak untuk menjadi sama menjadi teralienasi dan dianggap asing dari suatu kelompok. Konsumerisme secara tidak langsung membuat pola yang kemudian akan mendorong kita pada uniformitas. Bahkan fenomena unformitas ini sudah terjadi.

Handphone atau Hp misalnya, dulu ketika Hp belum ada atau belum umum, tanpa benda itu rasanya hidup kita baik-baik saja. Tapi sekarang, di kota seperti Jogjakarta ini, tidak mungkin rasanya untuk tidak memiliki Hp. Uniformitas tidak terjadi begitu saja, ada prosesnya. Misal dalam satu kota hidup 1000 anggota masyarakat. Pada awalnya hanya 250 orang saja yang memiliki Hp di kota tersebut, Hp belum umum dan mereka yang tidak memiliki Hp masih baik-baik saja dan tidak merasa aneh. Namun pemasaran Hp semakin agresif. Pemilik Hp berkembang menjadi 850 orang, jadilah 150 orang yang tidak memilik Hp merasa aneh dan ketinggalan zaman, rikiplik! Terjadi alienasi. Akhirnya mereka yang 150 itu, terpaksa memasukkan Hp sebagai daftar keperluan baru..! tadaaa!! Terjadilah unformitas!

Sumber: Irfansyah
[penggunaan bahasa diubah sesuai dengan sentiviti masyarakat kebanyakan]

Saturday, September 19, 2009

1 Syawal, Maaf Didahulukan, Silaturrahmi Diutamakan



kpd:
warga lot 18,
seluruh sanak dan saudara dari mula perlis hingga hujung johor,
saf pendidik yang menta'dib,
sahabat & sahabiah dari awal tadika hingga ke puncak jaya,
semua kenalan cikgu Zaki & cikgu Aishah,
&
seluruh insan yang mengenali, memahami, merindui dan mencintai...

KULLU SANAH WA ANTUM TOYYIBIN..
MAAF ZAHIR & BATIN



(Video dirakam pada 2007, di Amal Aimy Dzalifah. Ucapannya seperti berada di Mesir; dek himmah yang tinggi, mungkin.)